Pengelolaan Faktur Pajak menjadi bagian penting dalam administrasi perpajakan Pengusaha Kena Pajak atau PKP. Namun, proses tersebut dapat menjadi lebih rumit ketika jumlah transaksi perusahaan semakin banyak.
Dalam kondisi tertentu, PKP perlu mencari kembali faktur berdasarkan transaksi, pelanggan, atau keterangan internal. Sebelumnya, proses tersebut dapat terasa kurang praktis jika daftar faktur sudah sangat panjang.
Kini, Coretax menghadirkan pembaruan yang membantu proses tersebut. Melalui fitur terbaru ini, PKP dapat menggunakan filter pada kolom Referensi untuk mencari Faktur Pajak Keluaran tertentu.
Pembaruan tersebut memungkinkan proses pencarian dilakukan dengan lebih terarah. Dengan demikian, PKP tidak harus menelusuri seluruh daftar faktur secara manual.
Informasi mengenai fitur ini dipublikasikan Pajakku pada 25 September 2026. Menurut informasi tersebut, filter tersedia pada daftar Pajak Keluaran di menu e-Faktur Coretax.
Apa Itu Filter Faktur Pajak Keluaran di Coretax?
Filter Faktur Pajak Keluaran merupakan fasilitas pencarian pada daftar faktur yang tersedia di Coretax. Secara khusus, fitur ini menggunakan informasi yang terdapat pada kolom Referensi.
Kolom Referensi dapat menjadi informasi tambahan untuk membantu PKP mengidentifikasi transaksi. Karena itu, pengguna dapat memanfaatkannya ketika perlu menemukan faktur tertentu.
Fitur ini tidak mengubah substansi Faktur Pajak yang telah dibuat. Sebaliknya, fungsi utamanya adalah membantu pengguna menelusuri data yang sudah tersedia dalam sistem.
Sebagai contoh, perusahaan mempunyai ratusan Faktur Pajak Keluaran dalam satu masa pajak. Kemudian, bagian administrasi perlu menemukan satu faktur berdasarkan informasi pada kolom Referensi.
Tanpa filter, pengguna harus melihat daftar faktur secara bertahap. Sementara itu, dengan filter Referensi, pencarian dapat dipersempit berdasarkan informasi yang relevan.
Dengan mekanisme tersebut, pekerjaan administrasi dapat dilakukan dengan lebih terarah. Selain itu, proses penelusuran data menjadi lebih praktis bagi PKP yang memiliki transaksi dalam jumlah besar.
Mengapa Kolom Referensi Penting bagi PKP?
Kolom Referensi dapat berfungsi sebagai informasi pendukung dalam pengelolaan Faktur Pajak. Pada praktiknya, perusahaan dapat memiliki banyak kebutuhan untuk menelusuri transaksi.
Misalnya, perusahaan mempunyai kode transaksi internal untuk setiap proyek. Kemudian, kode tersebut dapat membantu bagian pajak menemukan faktur yang berkaitan dengan proyek tertentu.
Selain kode proyek, perusahaan juga dapat mempunyai sistem penomoran internal. Dengan demikian, informasi pada Referensi dapat membantu proses pencocokan data antara administrasi pajak dan administrasi perusahaan.
Hal tersebut menjadi penting ketika perusahaan melakukan rekonsiliasi. Terlebih lagi, rekonsiliasi dapat melibatkan data penjualan, invoice, Faktur Pajak, dan pencatatan akuntansi.
Ketika informasi tersebut mudah ditelusuri, proses pencocokan dapat berjalan lebih terstruktur. Oleh karena itu, pemanfaatan kolom Referensi dapat mendukung pengelolaan administrasi perpajakan.
Namun, pengguna tetap perlu memahami fungsi kolom tersebut. Pada dasarnya, filter Referensi merupakan alat untuk membantu pencarian data, bukan pengganti pemeriksaan dokumen.
Cara Menggunakan Filter Faktur Pajak Keluaran
Untuk menggunakan filter Faktur Pajak Keluaran, PKP perlu mengakses Coretax terlebih dahulu. Selanjutnya, pengguna dapat masuk ke bagian e-Faktur.
Berikut tahapan umum yang dapat dilakukan:
1. Login ke Coretax
Pertama, pengguna perlu masuk ke akun Coretax DJP. Setelah itu, pastikan pengguna mempunyai akses yang sesuai untuk mengelola data perpajakan.
Akses yang digunakan sebaiknya berasal dari akun yang memang berwenang. Dengan demikian, proses pencarian data dapat dilakukan sesuai dengan pembagian tugas perusahaan.
2. Masuk ke Menu e-Faktur
Setelah berhasil masuk, pengguna dapat memilih menu e-Faktur. Kemudian, cari bagian yang berkaitan dengan Pajak Keluaran.
Menu tersebut digunakan untuk melihat data Faktur Pajak Keluaran yang telah tersedia. Karena itu, pengguna perlu memastikan bahwa bagian yang dipilih sudah sesuai dengan kebutuhan pencarian.
3. Pilih Pajak Keluaran
Selanjutnya, pilih menu Pajak Keluaran. Setelah menu terbuka, sistem akan menampilkan daftar data Faktur Pajak Keluaran.
Jumlah data yang tampil dapat berbeda pada setiap PKP. Namun, perusahaan dengan transaksi tinggi biasanya mempunyai daftar faktur yang lebih panjang.
4. Geser Tabel ke Arah Kanan
Pada tampilan daftar faktur, beberapa kolom tidak langsung terlihat. Oleh sebab itu, pengguna perlu menggeser tabel ke arah kanan.
Setelah digeser, cari bagian bernama Referensi. Selanjutnya, pengguna dapat menggunakan kolom tersebut untuk melakukan pencarian.
5. Gunakan Filter pada Kolom Referensi
Setelah menemukan kolom Referensi, gunakan fasilitas filter yang tersedia. Kemudian, masukkan informasi yang ingin ditelusuri sesuai kebutuhan.
Sistem akan membantu mempersempit data berdasarkan informasi pada kolom tersebut. Dengan begitu, pengguna tidak perlu memeriksa seluruh daftar faktur satu per satu.
Tahapan tersebut sesuai dengan panduan yang dipublikasikan Pajakku mengenai pembaruan filter pada Coretax.
Manfaat Filter Faktur Pajak Keluaran bagi PKP
Penambahan fitur filter dapat memberikan manfaat dalam aktivitas administrasi perpajakan. Terutama, manfaat tersebut terasa pada perusahaan dengan jumlah transaksi yang tinggi.
Mempercepat Pencarian Faktur
Pertama, fitur ini dapat membantu mempercepat proses menemukan Faktur Pajak tertentu. Sebab, pengguna dapat menggunakan informasi Referensi sebagai dasar pencarian.
Tanpa filter, pengguna mungkin harus memeriksa banyak data. Sebaliknya, filter membuat pencarian dapat dilakukan dengan ruang lingkup yang lebih kecil.
Mengurangi Pencarian Manual
Selain mempercepat pencarian, fitur tersebut dapat mengurangi pekerjaan manual. Dengan demikian, petugas administrasi tidak perlu membuka atau memeriksa data satu per satu.
Pengurangan proses manual juga dapat membantu pekerjaan menjadi lebih terstruktur. Namun, hasil pencarian tetap perlu diperiksa sebelum digunakan untuk kebutuhan administrasi.
Mendukung Rekonsiliasi
Rekonsiliasi merupakan salah satu aktivitas penting dalam administrasi pajak. Dalam proses tersebut, data perpajakan perlu dicocokkan dengan catatan transaksi perusahaan.
Filter Referensi dapat membantu pengguna menemukan data yang berkaitan dengan transaksi tertentu. Selanjutnya, data tersebut dapat dibandingkan dengan dokumen internal perusahaan.
Proses ini dapat berguna ketika perusahaan melakukan pemeriksaan rutin. Selain itu, pencarian data dapat menjadi lebih praktis ketika diperlukan untuk kebutuhan audit internal.
Membantu Penelusuran Data
Faktur Pajak tidak hanya diperlukan saat transaksi terjadi. Dalam praktiknya, data tersebut dapat kembali dibutuhkan beberapa waktu kemudian.
Misalnya, perusahaan perlu memeriksa transaksi lama. Kemudian, petugas dapat menggunakan informasi Referensi untuk membantu menemukan faktur yang relevan.
Dengan pencatatan yang konsisten, pencarian data menjadi lebih mudah. Karena itu, perusahaan sebaiknya memiliki kebiasaan administrasi yang rapi sejak awal.
Apa yang Sebaiknya Diisi pada Kolom Referensi?
Kolom Referensi dapat dimanfaatkan untuk membantu identifikasi internal. Namun, pengguna perlu menetapkan pola pencatatan yang konsisten agar informasi tersebut benar-benar berguna.
Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan kode invoice tertentu. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan nomor dokumen internal sebagai informasi pendukung.
Untuk perusahaan berbasis proyek, kode proyek juga dapat membantu. Dengan demikian, faktur yang berkaitan dengan proyek tertentu lebih mudah ditelusuri.
Perusahaan juga dapat menggunakan pola penamaan yang seragam. Misalnya, seluruh Referensi menggunakan format kode pelanggan, nomor invoice, atau kode proyek.
Konsistensi menjadi faktor penting dalam penggunaan fitur ini. Sebab, filter akan lebih mudah dimanfaatkan apabila informasi Referensi dicatat secara teratur.
Namun, perusahaan sebaiknya tidak memasukkan informasi secara sembarangan. Sebaiknya, format Referensi ditentukan melalui prosedur administrasi internal.
Filter Referensi Bukan Pengganti Pemeriksaan Faktur
Walaupun filter memberikan kemudahan, PKP tetap perlu melakukan pemeriksaan data. Sebab, fitur pencarian hanya membantu menemukan informasi tertentu.
Setelah faktur ditemukan, pengguna sebaiknya memastikan data transaksi sesuai. Kemudian, lakukan pencocokan dengan dokumen pendukung yang dimiliki perusahaan.
Pemeriksaan dapat mencakup identitas lawan transaksi dan detail transaksi. Selain itu, perusahaan perlu memastikan data yang digunakan sesuai dengan pencatatan internal.
Langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas administrasi perpajakan. Dengan demikian, kemudahan teknologi tetap diimbangi dengan kontrol internal yang memadai.
Dampaknya bagi Administrasi PPN Perusahaan
Pengelolaan PPN membutuhkan administrasi yang teratur. Terlebih lagi, PKP dapat mempunyai banyak transaksi dalam satu masa pajak.
Setiap Faktur Pajak Keluaran perlu dikelola dengan baik. Karena itu, kemampuan mencari data secara cepat dapat membantu pekerjaan bagian pajak.
Fitur filter juga dapat mendukung proses pemeriksaan internal. Misalnya, perusahaan ingin mengecek faktur yang berkaitan dengan pelanggan tertentu.
Petugas dapat memanfaatkan informasi Referensi untuk mempersempit pencarian. Selanjutnya, hasil pencarian dapat dibandingkan dengan dokumen transaksi.
Dalam perusahaan dengan volume transaksi besar, efisiensi tersebut dapat memberikan manfaat praktis. Namun, efisiensi tetap harus disertai prosedur pemeriksaan yang memadai.
Hubungan Fitur Coretax dengan Transformasi Administrasi Pajak
Coretax merupakan bagian dari transformasi administrasi perpajakan Indonesia. Seiring perkembangan sistem, berbagai fitur terus diperbarui untuk mendukung kebutuhan administrasi Wajib Pajak.
Pembaruan pada menu Faktur Pajak menjadi salah satu contoh perkembangan tersebut. Selain itu, berbagai fitur digital memungkinkan pengelolaan data dilakukan melalui sistem terintegrasi.
Bagi PKP, perubahan tersebut membutuhkan kemampuan adaptasi. Oleh karena itu, pengguna perlu mengikuti pembaruan sistem secara berkala.
Pemahaman terhadap fitur baru juga dapat mengurangi kesalahan penggunaan. Dengan demikian, perusahaan dapat memanfaatkan sistem secara lebih optimal.
Namun, setiap pembaruan sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi teknis. Lebih jauh, perusahaan perlu menyesuaikannya dengan prosedur administrasi pajak yang sudah berjalan.
Tips Mengelola Faktur Pajak di Coretax
Agar fitur filter Faktur Pajak Keluaran dapat dimanfaatkan secara maksimal, perusahaan perlu menata administrasinya. Pertama, buat standar pencatatan Referensi yang mudah dipahami.
Selanjutnya, gunakan format yang konsisten untuk setiap transaksi. Konsistensi tersebut akan membantu ketika data perlu dicari kembali.
Kemudian, lakukan rekonsiliasi secara berkala. Rekonsiliasi dapat membantu menemukan perbedaan antara data perpajakan dan pencatatan perusahaan.
Selain itu, simpan dokumen pendukung dengan sistem yang teratur. Dokumen tersebut dapat diperlukan ketika perusahaan melakukan pemeriksaan internal.
Terakhir, pantau pembaruan Coretax dari DJP. Perubahan fitur dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan administrasi perpajakan.
Kesimpulan
Penambahan filter pada Faktur Pajak Keluaran menjadi salah satu pembaruan yang dapat membantu PKP mengelola data perpajakan. Terutama, fitur ini bermanfaat ketika perusahaan mempunyai daftar faktur dalam jumlah besar.
Melalui kolom Referensi, pengguna dapat mempersempit pencarian berdasarkan informasi tertentu. Dengan begitu, pencarian faktur tidak harus dilakukan dengan memeriksa seluruh data secara manual.
Untuk mengaksesnya, pengguna cukup masuk ke Coretax. Selanjutnya, pilih e-Faktur dan menu Pajak Keluaran, lalu geser tabel hingga menemukan kolom Referensi.
Setelah itu, filter dapat digunakan sesuai informasi yang ingin ditelusuri. Namun, hasil pencarian tetap perlu diperiksa dengan dokumen transaksi yang relevan.
Pada akhirnya, fitur digital hanya menjadi alat pendukung administrasi. Karena itu, perusahaan tetap membutuhkan prosedur pajak yang rapi, konsisten, dan sesuai ketentuan.
Butuh Bantuan Mengelola Administrasi Pajak?
Pengelolaan Faktur Pajak dan administrasi PPN membutuhkan ketelitian. Terlebih lagi, perubahan sistem Coretax membuat perusahaan perlu memahami berbagai fitur yang tersedia.
Jika Anda masih mengalami kesulitan dalam mengelola kewajiban perpajakan perusahaan, konsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah yang membantu. Dengan pendampingan yang tepat, proses administrasi pajak dapat dilakukan secara lebih terarah.
KKP Melinda – Konsultan Pajak Batam menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan perpajakan untuk kebutuhan individu maupun perusahaan. Selain itu, layanan dapat membantu Wajib Pajak memahami kewajiban serta administrasi perpajakan sesuai kondisi usahanya.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, kunjungi KKP Melinda – Konsultan Pajak Batam melalui website resminya. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh informasi layanan dan menentukan kebutuhan konsultasi pajak yang sesuai.
